A Friend, Best One

Posted on Jul 30, 2025

Yang Tidak Ternilai

Saya mau cerita ke kalian tentang seseorang. Dia tersembunyi, tak nampak, mungkin dia bagaikan sebutir pasir di padang gurun. Namun, dia sangat berharga bagi saya. Buktinya saya sampai ketik 1 artikel, ini untuk dia.

Saya ketemu dia sejak kelas 2 SD, sama-sama di SMP yang sama, sering bermain badminton bersama waktu SMA (zaman Covid-19), dan masih bersama sampai kuliah ini. Kita sama-sama orang Tionghoa, tetapi ada perbedaan besar di antara kita berdua.

Ada stigma, sebagai orang Tionghoa di negaraku, bahwa kita selalu ada di kelas ekonomi menengah ke atas. Salah. Ayahnya bekerja serabutan. Pernah beliau menjadi tukang angkat galon, bantu-bantu menjual kue, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang bukan sebagai entrepreneur atau bankir atau insinyur. Sering dia makan mie instan. Sangat sering, tujuh kali seminggu ada kali ya. Kalau engga mie, ya bakso. Udah itu saja, nanti saya ditempeleng karena membesar-besarkan penderitaannya.

Tapi itu betul, penderitaannya lebih besar dari saya. Namun, dia lebih dewasa daripada saya.

Malaikat

Dia adalah orang yang mengajari saya bahwa:

  • Kita seringkali melihat orang dari satu sisi saja. Let’s say I talk shit about my neighbor who’s stinking rich. Saya bilang, “Ampun dah ini orang, mentang-mentang udah kaya aja blablablabla”. Saya cuma lihat bagian “kaya”-nya saja. Saya engga tahu masalah apa yang dialami orang ini, dulu dan sekarang.
  • Antonim cinta bukanlah benci, melainkan tidak peduli. Saya suka banget sama yang ini. Saya setuju, tidak perlu saya bentak ibu saya untuk membuat beliau menangis (speaking from my experience here). Saya cukup biarkan ponsel saya berdering dan tidak mengangkat teleponnya sama sekali. Saya hanya perlu tidak melakukan apa-apa, mudah kan? Saya tidak perlu habiskan energi untuk kemarahan demi memutuskan ikatan. Kita akan tercerai jika tidak berupaya.
  • Tidak ada tempat bagi laki-laki gagal di dunia ini. Mungkin terdengar seperti toxic masculinity atau misoginis tetapi apa yang dia katakan benar, mempertimbangkan latar belakangnya. Ayahnya sendiri yang bilang kepada dia bahwa dia harus lebih baik dari ayahnya. Apa yang dimaksud dengan gagal?.

Yang dimaksud gagal adalah ketika laki-laki itu gagal memberi/menafkahi.

Hebat

Kalau sahabat saya lagi baca ini, saya cuma mau bilang ke kamu ini. Rasa sakit dan penderitaan itu perlu, wajib, harus. Tetapi kita diberikan kesempatan untuk memilih rasa sakit dan penderitaan yang disediakan dunia ini. Terima kasih sudah mau main dan dengar cerita saya. Ingat apa yang kau cari di hidup ini.